Share It  Berita Terkini, Unik & Menarik

Cara Mengurus KTP yang Rusak atau Hilang

Tips 1 Month, 3 Days ago
Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan salah satu kartu Identitas yang sangat penting untuk dimiliki setiap warga negara Indonesia, khususnya mereka yang sudah berusia di atas 17 tahun. Kartu ini memuat data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK). KTP beserta NIK ini diperlukan untuk mengurus berbagai macam keperluan terkait administrasi pelayanan publik. Misalnya mengurus asuransi, mendaftar sekolah, menikah, membuat SKCK, membuka rekening, dan sebagainya.

Sehingga apabila KTP kita hilang atau rusak, tentu akan sangat merepotkan, karena kita akan kesulitan mengakses banyak layanan publik. Lalu, bisakah kita mengurus KTP baru jika KTP lama hilang atau rusak? Jawabannya adalah bisa. Bagaimana cara mengurusnya? Dan apa saja persyaratannya? Dokumen Berdasarkan informasi di laman resminya pemerintah Indonesia di Indonesia.go.id, untuk mengurus KTP yang hilang atau rusak, ada sejumlah dokumen yang diperlukan.


Sumber foto: google.com

Berikut rinciannya:

1. Surat Kehilangan e-KTP dari kantor polisi

2. Surat pengantar dari kelurahan

3. Formulir permohonan e-KTP baru dari kelurahan

4. Untuk kasus KTP rusak, cukup membawa bukti e-KTP yang rusak

5. Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar untuk dibawa ke kantor kelurahan dengan background warna merah (tahun kelahiran ganjil) atau warna biru (tahun kelahiran genap).

6. Pas foto ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar untuk dibawa ke kantor kecamatan dengan latar belakang warna merah (tahun kelahiran ganjil) dan warna biru (tahun kelahiran genap)

7. Fotokopi Kartu Keluarga

8. Fotokopi e-KTP yang hilang (jika ada)

9. Surat pengantar dari RT/RW

Jika semua dokumen tersebut sudah lengkap, Anda bisa langsung mengurus e-KTP baru dengan cara mendatangi kantor polisi terdekat untuk membuat laporan kehilangan dan meminta dibuatkan surat keterangan kehilangan. Bawa serta fotokopi KTP yang hilang (jika ada) dan tunjukkan pada petugas kepolisian yang mengurusnya. Mengurus surat kehilangan di kantor polisi sesungguhnya bukan hanya untuk menjadi syarat mengurus KTP yang baru, namun juga untuk memberitahukan bahwa KTP kita pernah hilang, sehingga jika ada yang menyalahgunakannya bisa diketahui bahwa itu dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.


Sumber foto: google.com

Setelah memiliki Surat Keterangan Kehilangan e-KTP dari Kepolisian, buatlah surat pengantar dari RT dan RW di lingkungan tempat tinggal Anda. Lengkapi surat pengantar itu dengan stempel RT/RW dan tanda tangan ketua RT/RW. Selanjutnya datanglah ke kantor kelurahan atau balai desa dengan membawa berkas-berkas yang telah dibuat dan disiapkan sebelumnya:

- Surat kehilangan dari kepolisian
- Surat pengantar dari RT dan RW
- Pasfoto ukuran 3x4 Pihak kelurahan akan memberikan surat pengantar dan formulir permohonan e-KTP baru untuk Anda bawa ke kantor kecamatan.

Jika sudah, datanglah ke kantor kecamatan atau dinas kependudukan dengan membawa berkas-berkas yang sudah disiapkan:

- Pas foto ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar
- Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
- Fotokopi e-KTP yang hilang (jika ada)
- Surat pengantar dari kelurahan
- Formulir permohonan e-KTP baru dari kelurahan

Semua berkas persyaratan tersebut akan diperiksa dan diverifikasi oleh petugas kantor kecamatan. Lamanya proses pembuatan e-KTP baru sebagai pengganti KTP yang hilang sekitar 7 hari kerja. Jika sudah jadi, pemilik e-KTP wajib mengambil sendiri dengan mendatangi kantor kecamatan. Pengambilan tidak boleh diwakilkan, karena kantor kecamatan memerlukan verifikasi sidik jari pemilik e-KTP tersebut.

Satu hal yang harus diketahui oleh masyarakat, mengurus KTP hilang atau rusak tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Jika pun ada biaya yang dikeluarkan adalah biaya fotokopi atau cetak foto, atau biaya akomodasi. Jadi, jika ada oknum petugas yang meminta sejumlah uang, hal itu menyalahi peraturan yang ada.


Tags tips e-ktp indonesia mengurus ktp ktp

Baca Juga